kau bertanya saat muram merayap diam
di wajahku saat sore lama perginya
tebakmu, pastilah ada puisi mengganggu
hingga aku ingin segera berganti malam
tidak, dik, penyair ini bukan bertengkar
dengan abjad atau kata
bukan pula karena sedih ditinggalkan teman
yang sedang menyemburkan sisa kawah
penyair tidak akan mati oleh perih
karena itu adalah karibnya berpuisi
dik, aku mencoba menyapa kesendirian
usai merenda pertengkaran diri
saat peperangan tak henti
sedang sunyi sudah mengalah
di tengah riuhnya kata-kata
kau diam membiarkan aku menata
apa yang telah menyelinap
apa yang telah terucap
biar ada kejernihan yang hening
di gelas air yang baru kau taruh
sore, 31 10 08
You must be logged in to post a comment.