memahami mendung menyimak gelisah
ada keruh di mata ada luruh dalam kata
hingga ada tanya apakah ini tergesa
bila menyodorkan segelas rindu padamu
apakah aku yang terbiasa
menenggak keruh saat senyap
inginkan alunan seruling yang mengelus cemara
sedang bagimu cukup satu dua saja
untuk pahatan kata dalam bola-bola gerimis
memahami tamparan malam
dan bulan menitipkan senyuman
tahulah aku akan bahasa di bingkai hati
akan pikat rasa yang pernah henti
dan tak usah lagi mereka-reka
sungguhnya kata-kata bukan tumpukan belaka
malam, 10 nov 08