mungkin semburat gempa
akan membuat ranting hatimu bergetar
dan daun perlahan melata
untuk tahu selalu ada rindu
yang sulit terkata dalam sebuah puisi
di jalanan macet ada mata melata
usai senja melengos dari sapa sore
dengan gelengan kepala tak percaya
akan sungguh yang nyata
atau saat kaki waktu
bertanya seberapa kelu
mengiris detak dalam detik
akan kau anggukkan kepala
lalu berucap akan percaya
sebaiknya tahu lebih dulu
sekedar kata mampu menggurat
luka yang kadang tanpa isyarat
malam, 12 nov 08