natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Dec
18th

DUNIA SASTRA MASIH DICENGKERAM DOMINASI

Sastra Reboan #9 : DUNIA SASTRA MASIH DICENGKERAM DOMINASI Dunia sastra 2008 tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi. Kita masih mewarisi perlawanan penyingkapan apa yang kita kenal dengan kebohongan, manipulasi yang dilakukan oleh mereka yang dominan. Suara-suara kritis seperti terbenam, karena mereka tidak merasakan telah mendominasi. Apa yang dilakukan oleh Saut Situmorang lewat kritikan-kritikannya terhadap [...]

Dec
16th

NATAL 1989, ANDUNG-ANDUNG PETUALANG IBU SEORANG PENYAIR

tertoreh sebagai Tinjauan | Leave a Comment

Oleh: ilenk_rembulan Kali ini kumpulan puisi yang berjudul otobiografi ([sic] November 2007) dari penyair Saut Situmorang yang berisi puisi-puisi yang diramunya dalam kurun waktu 1987-2007, dengan tebal halaman 282 dan total jumlah puisi sebanyak 184 buah, saya jelajahi dalam penerawangan mata hati seorang awam. Memasuki alam pikiran seorang Saut, bagi yang belum mengenal secara luas [...]

Dec
16th

Beranjak

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada banyak sampah kusemburkan di wajahmu meski kubilang itu bukan tapi bagimu tetaplah sampah kau kibaskan dari baju sambil tak henti meludah jemarimu menusuk hati dan menjelma serapah ada banyak pedih yang sengaja kutelan karena terasa wangi setidaknya buatku sendiri tapi kau tak ingin tahu usai sampah itu berserak menyengat dan merebak kau begitu saja [...]

Dec
15th

Gerimis Pagi

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

di balik pagi dengan mendung badai baru saja menggantung saat malam sedang nyenyak dan gelisah terus menyeruak bagaimana bisa puisi ada bila baitnya kembali retak saat menata kata demi kata dan tetap saja tak pernah usai menatap pagi dengan muram gerimis penyair menghitung lukanya yang tak kunjung karena terus saja teriris diingatnya dua puisi yang [...]

Dec
12th

Lukisan Hati

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

entah seperti apa lukisan yang ada di hatimu tak kulihat bentuknya sekilas hanya warna memucat seperti kenangan yang lewat tapi ada garis lengkung di bola matamu yang termenung dengan merah dan biru yang tak kau katakan artinya lalu kucoba tulis puisi tentang sepi menyapa sunyi “itu lukisan hatiku” katamu sambil mengusap setetes embun yang membasahi [...]

Dec
10th

Tak Berubah

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

biarkan angin mampir membawa pesan gerimis yang tak sempat hadir dengan tetes sayang di matanya lihatlah dengan kata hati tak ada yang berubah meski waktu terus menikam hingga kadang tawa menjelma diam mugkin akan kau lihat juga kilatan di pucuk tetesan itu ada sesuatu yang tak akan pernah bisa dimengerti akan ikatan seperti juga sebuah [...]

Dec
9th

Pembunuhan Sultan dan Sisir George Bush dalam Sastra Kita

tertoreh sebagai Sastra - Budaya | Leave a Comment

Oleh : LINDA CHRISTANTY Tahun ini, tepat 10 tahun Ayu Utami menulis Saman, novel yang dianggap memberi tafsir baru terhadap tubuh perempuan, seks, dan seksualitas dalam sastra kita. Dalam Saman, untuk pertama kalinya perempuan bebas bicara tentang hal terdekat dengan diri mereka dan sekaligus telah lama diceraikan dari mereka, yaitu tentang tubuh mereka sendiri. Dan [...]

Dec
7th

Badai #1

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

ada yang menerpa tiang perahu pasti itu angin utara yang tak sabar menanti kata-kata hingga tanpa ada sapa terus melanda “tanpa tiang kita akan melayang”, katamu sambil mendekap buntalan berisi baju dan kumpulan sajakku yang membisu aku hanya mengangguk saja sambil terus menatap nanar mendung yang turut tiba perjalanan terus mengayun ombak dengan angin yang [...]

Dec
4th

Menafsir Puisi-puisi DN Aidit

tertoreh sebagai Naskah, PUISI | Leave a Comment

Selasa, 28 Oktober 2008 | 22:09 WIB oleh Asep Sambodja “Tukang pidato adalah seniman,” kata Njoto alias Iramani, menerjemahkan pernyataan Multatuli, “Ook de redenner is een kunstenaar.” Paling tidak, DN Aidit yang dikenal dunia internasional sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) itu juga menulis puisi. Ada sembilan puisi DN Aidit yang terdapat dalam buku Gugur [...]

Dec
4th

Kidung, Pencapaian Khas Majapahit dalam Sastra

Senin, 1 Desember 2008 | 12:46 WIB Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi DEPOK, SENIN — Di zaman Kerajaan Majapahit karya sastra yang digubah para pujangga-agamawan berkembang dengan semarak. Beberapa karya sastra penting yang disusun zaman itu adalah Nagarakrtagama, Arjunawijaya, dan Sutasoma. Ada juga Pararaton, yang digubah dalam zaman yang lebih kemudian, tapi masih mengacu kepada kemegahan [...]