SAPA
Sastra Reboan
Ajang Apresiasi Pecinta Sastra
indosiar.com, Jakarta – Di era internet, dunia penulisan semakin berkembang tanpa batas. Banyak orang mulai melirik untuk menulis menuangkan ide-ide kreatifnya di internet melalui media bernama blog. Tidak hanya terbatas pada tulisan-tulisan pribadi, banyak juga yang menulis cerpen, novel bahkan puisi.
Dari blog-blog tersebut, banyak lahir penulis atau sastrawan baru dan berusia [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia belakangan ini dalam situasi yang kurang bagus. Masalah budaya makin tertinggal, sedangkan politik dikedepankan sehingga mengurangi kesantunan yang menjadi kekuatan kedua bangsa.
Lembaga dan komunitas budaya yang ada, seperti Sastra Reboan dan E-Sastra bisa melakukan kerjasama untuk membuat solusi bagi pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam suatu program bersama yaitu International [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Rabu, 28 Januari 2009 | 13:01 WIB
Laporan wartawan Kompas Yurnaldi
JAKARTA, RABU – Geliat sastra di Tanah Air akhir-akhir ini mulai marak. Bersamaan dengan itu, sejumlah komunitas sastra, secara rutin menggelar kegiatan sastra untuk masyarakat luas tanpa dipungut bayaran. Seperti Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaS ar maLaM), yang Rabu (28/1) malam mulai pukul 19.00 WIB, menghadirkan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Selasa, 27 Januari 2009 | 20:47 WIB
JAKARTA, SELASA – Sastrawan Malaysia terkemuka, Arena Wati, Senin (26/1) pukul 13.40 waktu Malaysia, meninggal dunia dalam usia 84 tahun di Universiti Kebangsaan Malaysia Hospital (HUKM), di Cheras, Malaysia. Kantor berita Bernama dan harian New Straits Times melaporkan, Arena Wati mengalami gangguan paru-paru dan di rawat sejak 20 September [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
ada buku masih terbuka
di antara almari dan jendela
terbuka bagai sabana
dengan ayat yang mudah terbaca :
huruf-huruf berantakan
telah kembali pada kata
omah-tm, 25 01 09
baca selengkapnya |
No Comments »
ada saat cuaca tak ramah
menyapa dengan mendung kata
hingga kerutan makin bertambah
seperti retakan tanah usai bencana
tapi miskin bukanlah bencana
seperti halnya kaya sekedar anugerah
sebab dalam himpitan ini
manusia semestinya bisa tersenyum
meski itu perih atau tak bisa dinikmati
kau akan berkata semua itu mimpi
ketika jemari mencacah segala rencana
kau akan berkisah soal kegelapan esok
saat kata mulai ditinggalkan abjadnya
tapi yaada harapan yang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
dalam waktu yang beriring
bersama awan dan pekat malam
kau sampirkan keraguan perjalanan
yang terlukis di sela-sela jarimu
tapi terbaca sebagai mimpimu
biarlah ketidakpastian menanti
di sudut lukisan sunyi
biarlah sulur-sulur kenangan
menjuntai dalam rincik hujan
karena di januari yang lindap
ingin kukabarkan padamu
tentang litani suatu hari
berapa lama kau tabun sunyi
saat kita memagari rintik bulan juni
dan sesekali pekat keperihan kau rajut
dari sudut ruang dan semilir [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Menyambut awal tahun 2009, Harian Umum Radar Bali bekerja sama dengan Komunitas Sahaja menyelenggarakan sebuah apresiasi sastra bertajuk “Radar Bali Literrary Award 2009″.
Kegiatan ini mengagendakan berbagai lomba, yakni Lomba Cipta Puisi se-Indonesia, Lomba Baca Puisi se-Bali, dan Lomba Dramatisasi Puisi se-Bali.
TATA TERTIB DAN KRITERIA
RADAR BALI LITERARY AWARD 2009
A. LOMBA CIPTA PUISI
1. Lomba ini terbuka bagi [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
kusambut dengan jemari yang letih
hari yang baru dengan catatan lama
kubuka pintu teras sambil mencoba ramah
dan aku bergumul dengan sepi
usai pesta kecil dalam lengking terompet
yang ditiup anakku sambil berlari
dalam sepi aku menatap diri sendiri
menghitung kemarin yang telah pergi
kadang ada sesal tapi itu tak berarti
angin malam mengoyak sendiri ini
“catatan baru apa yang akan kau rumuskan
atau sekedar mengulang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
ini malam yang sama
sesekali terdengar lengking terompet
anak-anak sudah tak sabar
kapan ayam dan ikan dibakar
sementara kau nikmati malam
bersama keluarga atau teman
menanti tahun berganti
aku sedang menertawakan diri
teringat kesedihan yang ditelan sepi
lalu terselip tawa menjentik perih
menikmati malam yang sama
dan mendengar gemercik air di kolam
aku terkenang lagi gie kecil
yang menangis tersedu
ketika ibunya pergi tanpa memberitahu
tapi aku menikmati semua itu
kenangan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »