ada saat cuaca tak ramah
menyapa dengan mendung kata
hingga kerutan makin bertambah
seperti retakan tanah usai bencana
tapi miskin bukanlah bencana
seperti halnya kaya sekedar anugerah
sebab dalam himpitan ini
manusia semestinya bisa tersenyum
meski itu perih atau tak bisa dinikmati
kau akan berkata semua itu mimpi
ketika jemari mencacah segala rencana
kau akan berkisah soal kegelapan esok
saat kata mulai ditinggalkan abjadnya
tapi yaada harapan yang telah kau lupakan
yang berbisik lirih dalam doa-doa
sembari mengenang kapan tetes air mata
terakhir yang diserap tanah
omahmalam, 21 01 09