Sastra Reboan #12 : DARI PENULIS KAMAR MENUJU PENULIS PANGGUNG Para penulis cerita pendek di majalah Anita (kemudian menjadi Anita Cemerlang), yang popular tahun 1980-an bisa dibilang merupakan “penulis kamar” yang dikenal orang ketika karyanya dimuat di media. Begitu tahu dimuat, mereka membeli dan membicarakan dengan teman-temannya di sekolah atau kampus. “Sudah saatnya kesan itu [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
kutulis ini dengan tanya merebak seperti sampan tanpa sauh saat terasa kau makin menjauh dengan jawab yang tak utuh apakah riang yang mengalir seperti biru puitik yang menemani kita saat rintik kita biarkan tersumbat getir? kutulis ini sambil menakar putih dosa yang telah tertebar dengan sedih yang meluap dan tetap tanpa jawab sepertinya jeritku membeku [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
membayangkanmu adalah getar dengan sisa wangi yang tertinggal di latar namun menanti sapamu membuat gentar seperti lautan kehidupan tak membuatku gugup meski tahu di situ ada layu dan kuncup sementara meraba tanya akan kehilanganmu esok ingatanku sontak membeku kau tahu itu sore, 19 03 09
baca selengkapnya |
No Comments »
seperti yang kau dan aku tahu waktu memang bukan ruang mengalirnya seperti arus sungai tempat suka dan duka terbuang biar berdiri di titik yang sama tapi di sungai itu kita tak pernah dibasuh oleh air yang sama dalam ruang juga kita dengar nada nyanyian yang pernah jadi lambang janji tentang masa depan yang entah telah [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
KUALA LUMPUR: [kemaskini] Persatuan Kesusasteraan Bandingan Malaysia (PKBM) dan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) dengan kerjasama eSastera.com dan Masjid Abd. Rahman Bin Auf (MARBA) akan menganjurkan Seminar Wajah Kepengarangan Muslimah Nusantara pada 31 Mac hingga 2 April 2009. Seminar berkenaan akan diadakan di Balai Tun Syed Nasir, DBP Kuala Lumpur. Seminar berkenaan yang khusus memfokus [...]
baca selengkapnya |
3 Comments »
Teman-teman semua, Saya perkenalkan anda semua dengan Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam) atau lebih populer disebut sebagai “REBOAN”. Acara tersebut berlangsung selalu di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan — sebelah SMA 70, dekat Blok M Plaza, pada Rabu malam terakhir setiap bulannya. Dimulai sejak April 2008, maka Maret 2009 ini merupakan pergelaran yang ke-12. Siapa [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
berhadapan dengan sepotong sore gerimis menemani di gang itu aku teringat bau kulitmu yang lebih wangi dari melati bahkan helai rambut halus di lenganmu aku teringat semua yang pernah ada kujelajahi dengan kebisuanku di luar jendela penuh hiruk pikuk tapi yang ada hanya dirimu dengan wajah tertunduk malu ketika kusapukan kata di alis mata tapi [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
semestinya aku lebih sering membaca angin yang mengiring setiap kata setiap desah saat kita bersama namun aku sering lupa saat lebih suka kulihat pelangi di helai rambutmu merambat hingga membuatku bisu semestinya aku membaca apa yang kau gurat di mata biar aku tahu bahwa rindu tidaklah beku malam, 03 03 09
baca selengkapnya |
No Comments »
Rabu, 25 Februari 2009 Kunjunganku Ke Jakarta Bahagian I Catatan Dato’ Kemala Pada 27 Januari aku terbang ke Jakarta dari LCCT Kuala Lumpur menumpangi pesawat Air Asia dalam rangka Baca Puisiku di Reboan, Bulungan. Sahabatku terdekat tau aku akan datang sudah konfirmasi ke Bung Johannes dan Ikranagara. Biasanya aku menaiki KLM tetapi pesawat Belanda ini [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
bila ada yang kau anggap salah apakah rindu harus mengalah dengan diam di batu hitam hingga malam ke malam lewat begitu saja seperti sapa siang, 03 03 09
baca selengkapnya |
No Comments »