KUALA LUMPUR: [kemaskini] Persatuan Kesusasteraan Bandingan Malaysia (PKBM) dan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) dengan kerjasama eSastera.com dan Masjid Abd. Rahman Bin Auf (MARBA) akan menganjurkan Seminar Wajah Kepengarangan Muslimah Nusantara pada 31 Mac hingga 2 April 2009.
Seminar berkenaan akan diadakan di Balai Tun Syed Nasir, DBP Kuala Lumpur.
Seminar berkenaan yang khusus memfokus Wajah Kepengarangan Wanita Muslimah di Nusantara dirasakan amat sesuai dan wajar diadakan di Malaysia memandangkan betapa banyak pancaroba dan ujian lahir batin melanda ummah Islam di akhir zaman ini. Pengarang muslimah memerlukan panduan dan penilaian kembali terhadap peranannya dalam dunia kreatif dan kesarjanaannya supaya dapat menolak teori dan aplikasi yang negatif ke dalam karyanya.
Pengaruh global dalam keserabutan ilmu pengetahuan sama ada teori dan kreativitinya sedia dimaklumi sedang dikuasai oleh Barat. Kedudukan sasterawan dan sarjana Muslim dan Muslimah selalu dibayangi oleh sasterawan dan sarjana Barat. Kemerdekaan kreatif secara total yang tak selaras dengan tasawur Islami perlu ditolak.
Menurut Pengerusi Jawatankuasan seminar berkenaan, Dato’ Dr. Ahmad Kamal Abdullah (Akmal Jiwa), seminar berkenaan diadakan bertujuan untuk menilai kembali karya-karya atau wajah karya penulis wanita Nusantara dan mempertahankan nilai-nilai estetik yang dituntut oleh Islam. Selain sebagai bahan dakwah, ia turut dijadikan sandaran untuk melahirkan karya yang selaras dengan tasawwur al-Islami dan menghargai karya Islami yang bermutu tinggi.
Seminar 3 hari ini dijangka akan menampilkan tokoh-tokoh sastera terkenal seluruh Nusantara seperti Sasterawan Negara Dato’ A. Samad Said, Azizi Haji Abdullah, Nisah Haji Haron, Dr Fatimah Busu, Dr Mawar Shafie, Dr Zurinah Hassan, Dr Shamsina Abdul Rahman, Dr Kamariah Kamaruddin, Siti Aishah Murad, Hasimah Harun, dan Azmi Rahman (Malaysia).
Manakala dari Indonesia pula, ia akan dibarisi oleh Hudan Hidayat (Sarjana/Sasterawan), Silfia Hanani (sarjana/penyair), Kejora Kirana (Sasterawan-penulis scenario filem), Johannes Sugianto (Ketua Reboan-penyair), E. Marthala (sarjana/penyair) dan Abidah el-Khaliqi (penyair).
Dari Singapura, akan ditampilkan Rasiah Halil (Penyair/Cerpenis/Sarjana). Manakala dari Brunei seperti Dayang Aminah Momin. Sementara Thailand pula ialah akan diwakili oleh Aminah Yasalam..
Majlis perasmian akan diadakan pada malam pertama dengan turut disertai majlis forum yang akan khusus membincangkan Wajah Kepengarangan Muslimah Nusantara dengan diwakili oleh ahli panel dari 3 negara (Malaysia, Indonesia, dan Singapura).
Wakil eSastera.com yang juga pengasas bersamanya, Puan Hasimah Harun, akan membentangkan kertas kerja pada hari kedua khusus membincangkan tentang karya-karya islamik di eSastera.com.
eSastera.com akan mengadakan persembahan khas pada malam terakhir dengan penampilan persembahan lagu puisi oleh Juan Enrique & rakan, Airmas_SZ dan Anbakri, deklamasi oleh Kalamutiara, Rimanilzah, Rudy Bluehikari, Kablam, Ahkarim, Dahrie, dan Dr Irwan Abu Bakar dan puisi tradisional oleh Teratai dan Tabir Alam,
Penyertaan seminar adalah terbuka untuk umum dan pelajar. Yuran penyertaan sebanyak RM70 akan dikenakan kepada setiap penyertaan individu. Manakala secara berkumpulan (3 orang) pula ialah sebanyak RM120. Yuran untuk ahli-ahli eSastera ialah RM40.
sumber : http://www.esastera.com/komuniti/message.asp?c=2&ID=19531
By Dedi Supriadi, MS on Mar 26, 2009 | Reply
Salam Sejahtera, website kita dalam proses perijinan, sedikit sumbang kata dalam bahasa untuk kelancaran Seminar wajah kepengarangan muslimah Nusantara. Sastra adalah Azas ketepatan rasa, Rasa adalah dua hal (pasangan) yang terasa di dalam diri manusia (muslimah maupun muslim), contoh dua hal yang berpasangan dalam rasa manusia seperti perasaan senang-Sedih, perasaan pinter-bodoh, baik-buruk/jelek. Seorang pengarang akan mengungkap dalam bentuk tulisan tentang persaan tersebut. Pengarang yang Muslimah haruslah berpedoman pada Agama islam dalam hal bagaimana memutuskan/memilih perasaan tersebut maka akan terletak diantaranya, karena pilihan didasarkan kepada petunjuk yang ada pada agama, artinya tidak mengikuti perasaannya (tidak subyektif) oleh karena itu didalam mengungkap harus ada dasar/sumber darimana dia mengacu (di islam pertama bersumber alqur’an, kedua hadist, ketiga…). Jika tidak berpedoman pada hal tersebut maka akan timbul beda tafsir/beda perasaan, pada hal perasaan yang berlandaskan agama akan menimbulkan satu keputusan, contoh rasa pinter-bodo, Rasa kaya-miskin. Maka petunjuk agama mengarah ke tidak kaya-juga tidak miskin. Kenapa? Karena kaya adalah kurang miskin, miskin adalah kurang kaya. Jadi kaya artinya sama dengan kurang miskin. Bodoh adalah kurang pinter, pinter adalah kurang bodoh. Matematikanya jika bodoh(-), dan pinter(+)–> Kurang bodoh (-)x(-) = +; Jadi kalau ada pengarang menganjurkan pilihan pada pembaca supaya memilih yang ektrim misal pinter atau bodoh,maka sudah jelas menyimpang dari aturan agama. tapi itu aturan dari ilmu. Ilmu yang berkembang sekarang dilingkupi ilmu barat yang tidak berlandasakan agama, maka mesti akan menyimpang dari tatanan keislaman. Karena ilmu mengarahkan prasaan manusia kepada pilihan ekstrim (pinter atau bodo). tuan tuan hanya tinggal mendata perasaan ekstrim mana yang tidak boleh diikuti untuk mencegah pengrusakan tatanan kehidupan. sekian terima kasih Tabe Tabe Uluk Salam Mulya, dari Warga Indonesia yang cinta bangsa nusantara.
By Dedi Supriadi, MS on Mar 27, 2009 | Reply
Pengarang Muslimah memiliki wilayah kerja khusus berdasarkan sejarah ciptaan manusia, yaitu membuat laki-laki tentram hatinya, pada waktu kapan laki-laki tersebut tentram hatinya?, yaitu saat dia dalam keadaan hidup, atau pada saat menjalani penghidupan, atau dalam kehidupan. Dalam tiga macam kehidupn itu islam sudah ada aturannya bagaimana perasaan mengambil keputusan. Sehingga seorang pengarang memposisikan berada di wilayah mana. Kewajiban laki-laki adalah menimbulkan rasa aman, wanita merasa terlindungi, Sehingga perasaan wanita dan pria menjadi satu yaitu aman tentram, aman menyenangkan. dimana fungsi Ilmu? ilmu bukan sebagai dasar pilihan perasaan manusia akan tetapi fungsinya sebagai sarana untuk menjelaskan bagaimana sebuah petunjuk (agama) dapat diterima oleh akal sehat, sehingga petunjuk yang diterima akan diyakini dengan tepat karena bersumber pada acuan yang tepat dan syah. Pengarang muslimah adalah sebuah harapan, jadi perlu kesepakatan dari berbagai pihak karena wilayah kerja pengarang sangat luas yaitu berada di hidup, penghidupan dan dalam kehidupan. Kehidupan berbangsa, beragama. Penghidupan seperti, bidang pendidikan, perdagangan, pertanian, dsbnya. pada hidup, sebagai hamba allah, sebagai ana dari orang tua kita, sebagai tetangga dari keluarga dekat kita, dan sebagai kholifah diantara makhluk lainnya.
By rizal on Apr 23, 2009 | Reply
help me