kutulis ini dengan tanya merebak
seperti sampan tanpa sauh
saat terasa kau makin menjauh
dengan jawab yang tak utuh
apakah riang yang mengalir
seperti biru puitik
yang menemani kita saat rintik
kita biarkan tersumbat getir?
kutulis ini sambil menakar
putih dosa yang telah tertebar
dengan sedih yang meluap
dan tetap tanpa jawab
sepertinya jeritku membeku
terbenam di lembab lumut
dan ujung batu hitam itu
sore, 20 03 09