barangkali suara yang kau dengar
jerit mereka yang terkapar
di keseharian kita dalam berita
dan perlahan jadi hal yang biasa
rapalan harapan dalam kabut
selalu mereka sebut
tak jera mereka berucap pada alam
serupa puisi mereka bisikkan
tak lelah diguratkan dalam doa perlahan
barangkali tali-tali telah putus
hingga kita cuma melihat semua
sambil membaca koran dan menyantap kue
tapi apakah nurani juga pupus
saat cuaca tak selalu diam dalam rahasia
mengetuk hati kita
sambil tak lupa sisipkan airmata
yang sering kita hapus begitu saja
pagi, 22 05 09