natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Sep
12th

Sastra Reboan untuk Rendra

[JAKARTA] Sejumlah penyair, pemusik, dan seniman kembali mengadakan malam seni dalam gelaran Sastra Reboan yang didedikasikan untuk mengenang sosok almarhum WS Rendra.
Dalam acara yang sekaligus ditujukan untuk mengangkat kembali jiwa dari karya-karya “Sang Burung Merak” tersebut juga terlihat beberapa tokoh yang selama ini lebih banyak berkecimpung di bidang hukum, seperti anggota Dewan Pengawas Lembaga Hukum [...]

Sep
12th

Hubungan Indonesia-Malaysia Bisa Selesai dengan Budaya

tertoreh sebagai Berita, Sastra - Budaya | Leave a Comment

Jumat, 11 September 2009 | 19:06 WIB
PADANG, KOMPAS.com–Pakar budaya dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia(STSI) Padang Panjang, Sumbar, Prof.Dr. Daryusti mengingatkan, untuk menyelesaikan memburuknya hubungan Indonesia-Malaysia belakangan ini, hanya dapat dilakukan melalui pendekatan budaya.
“Tidak bisa dengan aksi ’sweeping’ atau penyelesaian secara politik,” kata Daryusti ketika dihubungi ke Padang Panjang, Jumat.
Dia mengaku penyelesaian politik akan menambah runyam [...]

Sep
11th

DALAM SASTRA DAN MUSIK DI SASTRA REBOAN UNTUK RENDRA

tertoreh sebagai Berita | Leave a Comment

Sastra dan musik mampu memberikan aura perubahan, tak hanya pada suasana hati tapi juga warna pada neo nasionalisme anak muda. Seperti dikatakan oleh penyanyi ternama, Glenn Fredly “Hari-hari ini saya percya sekali bahwa gerakan nasionalisme baru akan mempengaruhi banyak anak muda Indonesia”.
Dalam acara Sastra Reboan #18 yang berlangsung kemarin malam (09/09) di Warung Apresiasi (Wapres) [...]

Sep
4th

Risalah #7

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

singkat saja pesan yang kutulis
di selembar dedaunan terapung
agar kau baca nanti
sembari merajut kangen yang liris
gemertak kelelahan mengantarku
setelah seharian terapung bulir waktu
tapi tak menyurutkan inginku
kembali datang di kelok pematang
aku tak gentar hadapi bait-bait hujan
yang mengingatkan akan pertemuan
dan membuat rindu ini makin ngilu
di sekujur tubuh
riak bulan juni akan tiba
mencabik-cabik setiap renung
tak pernah berubah
di tengah sisipan ragu dan [...]

Sep
4th

Risalah #6

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

mungkin terlintas dalam benakmu
kata-kata telah membatu
kejujuran adalah tipu
yang terbungkus dalam rapinya puisi
aku tak pernah memanipulasi
karena itu seni menambah dan membagi,
mengalikan dan mengurangi
sedang puisi adalah cermin hati
bila pernah, itu kuakui
saat kusimpan dukaku
lalu aku menipumu dengan senyuman
dan saat itu kau balas dengan anggukan
mungkin kau tak pernah merasakan kelaparan
dalam kelaparan tak banyak pilihan
seperti juga kemiskinan adalah penjara
sedang hidup [...]

Sep
4th

Risalah #05

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sebenarnya sudah lama aku mempelajari
apa yang terdengar dalam bisikan
apa yang terlihat dalam perjalanan
juga apapun yang telah kau beri
bermula dari suatu hari
kau datang dengan bahasamu
yang kutahu tulusnya
aku datang dengan bahasaku
yang kau tahu lukanya
lalu kita sama-sama mempelajari
bagaimana berucap tentang senja
(kata yang sering kita eja)
kemudian akan angin utara
yang melewati teluk memisahkan kita
hingga tak hanya jarak membelah riak
tapi juga [...]

Sep
4th

Risalah #04

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

tentu kau ingin tahu
jika nanti suatu saat aku pergi
seperti senja tenggelam dalam malam
apakah masih ada kenangan kita?
atau ingin tahuku apakah masih ada
kenangan tentang aku padamu
itu masih lama, harapku
seperti halnya sajak
yang makin terus menipiskan jarak
segalanya masih akan bersamamu
dalam kata-kata yang mewakili tawamu
menjaring senyum dalam alinea panjang
biar waktu menyunting perjalanan
kadang meletakkan kisah dalam dua tanda petik
atau seperti [...]

Sep
4th

Risalah #03

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

apa yang mesti kita tempuh
selain jarak yang jauh?
suasana yang sepertinya tak lelah
mencoba menghela kita
perhatikan tatapan beribu mata
bahkan juga cerita yang dibisikkan
apa yang mesti kita telusuri
selain sunyi bertemu sepi?
kelenturan hati yang kadang di luar bisa
tengok saja antara maya dan nyata
dimana mimpi kadang tanpa muara
sesekali kita duduk di tepian ragu
sesekali pula meneguk pilu
mungkin kita biarkan saja semua [...]

Sep
4th

Risalah #02

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

sering kita dengar celotehan
bahwa perjalanan ini hanya tanda baca
berupa koma bahkan tanda tanya
karena belum tahu seperti apa akhirnya
biarlah mereka bicara
karena hanya itu yang mudah
menjadi ulama memberi petuah
atau wasit menunjuk titik putih
bagi orang lain yang bahkan belum dikenal
yang penting berucap meski dengan bebal
tapi tahukah kau tentang awal?
saat aksara coba dieja di juni itu
dipungut dari kelopak-kelopak waktu
kita [...]

Sep
4th

Risalah #1

tertoreh sebagai PUISI | Leave a Comment

kalender musim yang kita punya
tidak sekedar hari berganti
dengan tanggal yang berubah
tapi juga persilangan cerita
sedang di getar kabut
rindu terus bersahut
mengisi gelas-gelas waktu
tanpa mesti namamu tersebut
atau ditulis di bibir pantai itu
bila berubah itu adalah cuaca
gerimis seperti jarum-jarum jatuh
beragam sapa seperti semula
memang terasa jarang detaknya
bila berubah itu bukanlah pertanda
telah lunturnya warna tebing
usai tersiram badai semalam
kubenamkan kangen ini
ke gemas [...]