sudah kurajut waktu buatmu
datang bersimpuh dan berteduh
seperti dulu saat kanak-kanak
seperti dulu saat menyapa esok
yang ternyata penuh peluh dan keluh
ada embun yang kurebut dari pagi
untuk kuusapkan di kakimu yang tua
sambil kudengarkan lagi cerita
tentang ceriamu yang telah pergi
sudah kutata juga banyak kata
tentang puisi yang selalu menemani
saat sepi menyapa dan tawa menerpa
tapi aku dibelit ragu
kau akan menerima serpihan kisahnya
sudah kubungkus rapi semua rindu
untuk kubuka kembali di bening matamu
yang akan membuatku mengenang hening
saat aku memungut kelopak mawar yang luruh
aku datang padamu, ibu
dengan embun yang menjelma telaga
saat kulepas kau berlalu
dengan serpihan puisi yang beku
malam, 30 10 09