natural big tits world biggest tits monster tits tits and ass gigantic tits
Mar
4th

Kunjunganku Ke Jakarta Bahagian I

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Rabu, 25 Februari 2009
Kunjunganku Ke Jakarta Bahagian I
Catatan Dato’ Kemala
Pada 27 Januari aku terbang ke Jakarta dari LCCT Kuala Lumpur menumpangi pesawat Air Asia dalam rangka Baca Puisiku di Reboan, Bulungan. Sahabatku terdekat tau aku akan datang sudah konfirmasi ke Bung Johannes dan Ikranagara. Biasanya aku menaiki KLM tetapi pesawat Belanda ini sejak akhir-akhir [...]

Mar
1st

di jakarta 4: bertenang-tenang dgn Yo

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Jumaat, 27 Februari 2009
di jakarta 4: bertenang-tenang dgn Yo
Puisi Johannes Sugianto dalam Di Lengkung Alis Matamu itu disambut teman-temannya Hassan Asphani, Pinurbo sebagai sederhana, tapi meskipun sederhana tak semudah itu untuk mengungkapnya.
Marilah bertenang-tenang menghayati suara Yo. Puisinya sudah mendapat siaran yang luas juga dalam milis dan juga di mingguan ibukota dan sampai ke [...]

Sep
19th

BERCERMIN HATI di SASTRA REBOAN #6

Ada sesuatu yang beda dalam acara ini. Sastra, yang bagi saya terasa berat dan serius, kok bisa dinikmati dengan enak ya. Ini setiap minggu ya, kata seorang lelaki setengah baya saat menikmati tampilan Cakranada, band dengan nuansa etnik di Sastra Reboan #6, Rabu kemarin (17/09) di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan. Teman di sampingnya, [...]

Apr
5th

Libido Seorang Penyair

tertoreh sebagai PUISI, Pandang | Leave a Comment

Sajak Dedy Tri Riyadi
: Yo
Di hadapanmu, aku melukar
tubuh. Dan sebelum kata
mengaduh, aliran peluhku
tak akan pernah berhenti.
Sebab kau, cinta sejati
yang selalu ingin aku
gauli hingga makna terlahir
nanti; aku adalah kau sendiri
2007

Apr
4th

Surat-Surat

tertoreh sebagai PUISI, Pandang | Leave a Comment

Sajak Gita Pratama
: om yo
Suaramu mengingatkanku pada puisi
Surat surat itu berserak
Menghantar lukaluka
Berapa yang kau tulis
Mengapa tak segera sampai
Surat itu tergeletak kaku
Pena yang menghujamnya sudah kelelahan
Tertidur pulas di kolong mejamu
Macul, 30407

Mar
21st

Saat Umur Meneteskan Air Mata

tertoreh sebagai PUISI, Pandang | Leave a Comment

Sajak Dino F.Umahuk

* Om Yo
Asap di teras itu
Bukan bapak dan kopi
Bukan juga bapak dan rokok
Dinginnya perjalanan umur mulai mengepul
Sebagai kawan ingin berbagi
Biar jalan tak lagi sepi
Aku paham benar tentang gelisah
Dari pemandangan mana saja yang mencumbu awan
Bahkan gelisah di ujung daster para istri
Kita sudah lama kenyang dengan hidup
Asap itu wajah kita dari seribu tahun pelarian
Wajah ibu, [...]

Feb
13th

CATATAN TENTANG LENGKUNG ALIS SEPASANG MATA

tertoreh sebagai PUISI, Pandang | Leave a Comment

Sajak Misbach

: Yo Sugianto
kau bertanya padaku tentang selengkung alis mata yang telah menelikung hatiku dalam kembara. namun aku malah terpesona oleh keindahan kata-kata yang menelikung warna bianglala jadi senja di bawah lengkung alis sepasang mata tempat kau menambatkan cinta.
maka, di sebuah beranda, aku tak lagi menghitung panjang bayang karena aroma mawar telah menggenang bersama [...]

Jan
7th

Aku Minum Perih Kopi

tertoreh sebagai Pandang | 1 Comment

Sajak Hasan Aspahani
: Mas Gie
PAGI dan aku masih enggan bersapaan
Meski hanya sekedar ucap salah :
Selamat pagi, hati yang kalah.
Atau semacam tabik tak terarah :
Selamat pagi, mata yang lelah.
Darah siapa menetes di meja?
Sepuntung rokok mendampinginya
Sia-sia.
Kah?
Sumber : sejuta-puisi.com 05 04 2006

Jan
4th

Sketsa kata: Yo!

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Sony deBono
Lebak bulus
malam selalu riuh
puisi yang mengalir
dari bibir berasapmu
*Bn
Sumber : milis apresiasi-sastra

Nov
30th

“Detik-detik menjelang”

tertoreh sebagai Pandang | Leave a Comment

Sajak Jeng Anin
: buat kang Yo juga (ditulis menjelang hari H-nya kang Yo)
makin dekat
makin nadi berdenyut
makin dingin keringat menyentuh kulit.
waktu:
hari, jam, menit, detik
makin menipis
jelang waktu saat puisimu kan berpendar
lewat bibir dan nafas mereka
ada apa di balik lengkung alis matamu?
binar kata?
duka aksara?
akh…siapa tahu rahasia hati di balik puisi?
biar saja puisimu mengembara
bersama pikiran dan imajinasi mereka
(buat kang [...]