Rabu, 25 Februari 2009 Kunjunganku Ke Jakarta Bahagian I Catatan Dato’ Kemala Pada 27 Januari aku terbang ke Jakarta dari LCCT Kuala Lumpur menumpangi pesawat Air Asia dalam rangka Baca Puisiku di Reboan, Bulungan. Sahabatku terdekat tau aku akan datang sudah konfirmasi ke Bung Johannes dan Ikranagara. Biasanya aku menaiki KLM tetapi pesawat Belanda ini [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Jumaat, 27 Februari 2009 di jakarta 4: bertenang-tenang dgn Yo Puisi Johannes Sugianto dalam Di Lengkung Alis Matamu itu disambut teman-temannya Hassan Asphani, Pinurbo sebagai sederhana, tapi meskipun sederhana tak semudah itu untuk mengungkapnya. Marilah bertenang-tenang menghayati suara Yo. Puisinya sudah mendapat siaran yang luas juga dalam milis dan juga di mingguan ibukota dan sampai [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Ada sesuatu yang beda dalam acara ini. Sastra, yang bagi saya terasa berat dan serius, kok bisa dinikmati dengan enak ya. Ini setiap minggu ya, kata seorang lelaki setengah baya saat menikmati tampilan Cakranada, band dengan nuansa etnik di Sastra Reboan #6, Rabu kemarin (17/09) di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan. Teman di sampingnya, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Dedy Tri Riyadi : Yo Di hadapanmu, aku melukar tubuh. Dan sebelum kata mengaduh, aliran peluhku tak akan pernah berhenti. Sebab kau, cinta sejati yang selalu ingin aku gauli hingga makna terlahir nanti; aku adalah kau sendiri 2007
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Gita Pratama : om yo Suaramu mengingatkanku pada puisi Surat surat itu berserak Menghantar lukaluka Berapa yang kau tulis Mengapa tak segera sampai Surat itu tergeletak kaku Pena yang menghujamnya sudah kelelahan Tertidur pulas di kolong mejamu Macul, 30407
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Dino F.Umahuk * Om Yo Asap di teras itu Bukan bapak dan kopi Bukan juga bapak dan rokok Dinginnya perjalanan umur mulai mengepul Sebagai kawan ingin berbagi Biar jalan tak lagi sepi Aku paham benar tentang gelisah Dari pemandangan mana saja yang mencumbu awan Bahkan gelisah di ujung daster para istri Kita sudah lama [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Misbach : Yo Sugianto kau bertanya padaku tentang selengkung alis mata yang telah menelikung hatiku dalam kembara. namun aku malah terpesona oleh keindahan kata-kata yang menelikung warna bianglala jadi senja di bawah lengkung alis sepasang mata tempat kau menambatkan cinta. maka, di sebuah beranda, aku tak lagi menghitung panjang bayang karena aroma mawar telah [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Hasan Aspahani : Mas Gie PAGI dan aku masih enggan bersapaan Meski hanya sekedar ucap salah : Selamat pagi, hati yang kalah. Atau semacam tabik tak terarah : Selamat pagi, mata yang lelah. Darah siapa menetes di meja? Sepuntung rokok mendampinginya Sia-sia. Kah? Sumber : sejuta-puisi.com 05 04 2006
baca selengkapnya |
1 Comment »
Sajak Sony deBono Lebak bulus malam selalu riuh puisi yang mengalir dari bibir berasapmu *Bn Sumber : milis apresiasi-sastra
baca selengkapnya |
No Comments »
Sajak Jeng Anin : buat kang Yo juga (ditulis menjelang hari H-nya kang Yo) makin dekat makin nadi berdenyut makin dingin keringat menyentuh kulit. waktu: hari, jam, menit, detik makin menipis jelang waktu saat puisimu kan berpendar lewat bibir dan nafas mereka ada apa di balik lengkung alis matamu? binar kata? duka aksara? akh…siapa tahu [...]
baca selengkapnya |
No Comments »