embun itu masih ada di jendela saat kutuliskan namamu dengan ucapan yang sama seperti tahun lalu tapi kau tak akan membaca karena siapa aku juga samar meski telah kudengar lamat bisikmu bertanya tentang nama berpuluh musim kulewati dengan sepi menyapa sunyi yang tak sempat kutulis jadi puisi dan di situ terselip dirimu terus kutulis di [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
OASE BUDAYA Cyber by : Arie MP Tamba Sastra cyber (internet) kini menjadi satu kategori pelabelan untuk produk sastra Indonesia setelah sastra majalah, sastra buku, dan sastra koran. Dari penamaannya yang diperluas berdasarkan media ungkapnya, segera jelas bahwa sastra cyber dikhususkan pada karya-karya sastra yang dipublikasikan di (atau disosialisaskan melalui) internet. Meski, penamaan itu sendiri [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
Selasa, 28 Oktober 2008 | 22:09 WIB oleh Asep Sambodja “Tukang pidato adalah seniman,” kata Njoto alias Iramani, menerjemahkan pernyataan Multatuli, “Ook de redenner is een kunstenaar.” Paling tidak, DN Aidit yang dikenal dunia internasional sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) itu juga menulis puisi. Ada sembilan puisi DN Aidit yang terdapat dalam buku Gugur [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
OASE BUDAYA by : Theresia Purbandini Dalam perkembangan puisi Indonesia terkini, tema pahlawan boleh dikata kurang mendapat perhatian. Ini berbeda bila kita membaca karya-karya puisi era 1945, 1966, atau kurun waktu sebelumnya, di mana tak sedikit penyair menuliskan semacam ode atau pujian terhadap sosok-sosok yang dianggap berjasa merebut kemerdekaan, sekaligus sebagai cara untuk memaknai kecintaan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
biar ada sejumput ragu dalam diri tapi kau sebenarnya tahu tak lagi ada cinta padaku untuk bulan dan senja lain yang ada atau nanti tiba sepanjang jalan yang kulewati dengan lampu yang benderang menyilaukan juga kadang meredup kau tahu tak lagi meletup apa yang liar dalam diri ini memang ada kata yang kuletupkan dari tengah [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
Oleh : Sirikit Syah Sudah lima kali ini Ubud International Writers & Readers Festival diadakan, dan baru kali ini saya berpartisipasi di dalamnya. Sebelumnya, saya hanya membayangkan bagaimana atmosfer festival para penulis internasional ini. Kali ini saya “dipaksa” oleh Dorothea Rosa Herliany, penyair Magelang, untuk hadir di sini, melaksanakan peluncuran buku 17 penyair perempuan Indonesia. [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
di detak yang sudah tiga hari ini membuatku retak kutemukan bayangmu tak mau juga berjarak aku selalu terkenang pertemuan kita yang kau kira sekedar sapa belaka kemudian kita jalani bersama meski kadang kau bersedih kenapa begini kini aku sendirian meski di sekitarku riuh bayangmu menyelinap dalam diamku dan membuat kamar ini terasa pengap kau tahu, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh An. Ismanto Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, ada tuduhan dari khalayak bahwa sastra Indonesia mengalami krisis terkait dengan regenerasi. Dengan rasional khalayak berusaha membuktikan, bahwa pada waktu itu memang karya-karya yang baik boleh dikatakan tidak ada. HB Jassin menjawab tuduhan itu dengan berpijak pada kenyataan, bukan pada utak-atik logika semata, dengan menyatakan bahwa [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
August 7th, 2008 tulisan Ana Mustamin, diambil dari http://www.ryanamustamin.com/ (Surat untuk Kurnia Effendi) APA kabar, Mas? Lama kita gak saling menyapa. Meski demikian, kurasa, kita gak pernah sungguh-sungguh menjauh. Buktinya, menjelang 30 Juli lalu, aku tetap ingat bahwa ada sebuah hari yang pernah kita beri tanda – yang rasanya akan tetap kukenang jejaknya sampai kapanpun. [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Juli 30,2008 Senin malam akhir April lalu, dalam perjalanan ke Taman Ismail Marzuki, saya menerima telepon dari Johannes Sugianto, pemilik antologi puisi (dengan judul sangat romantis) “Di Lengkung Alis Matamu†( Penerbit AKAR Indonesia, November 2006). Saya melaju sendiri dari kantor di jalur cepat Jalan Sudirman, Jakarta, malam itu. Sambil mengendalikan kendaraan, saya mengobrol lama. [...]
baca selengkapnya |
No Comments »