Dari Sastra Reboan #21 :
PEREMPUAN ADALAH PILIHAN DEWATA
Apakah makna Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember di Indonesia bagi kaum perempuan? Apakah sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta lalu kaum perempuan telah menikmati kemajuan jaman dengan teknologi komunikasi dan internet, jalan laying atau mal-mal mewah?
Di pinggiran kota, di desa-desa bahkan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Dari Sastra Reboan #20 :
HARAPAN DALAM PUISI DAN SENI
Masih ada harapan, dan ini tak padam. Harapan akan adanya kebersamaan, keadilan dan kedamaian. Ini terlihat dari sambutan pengunjung Sastra Reboan ketika menyaksikan penampilan Komunitas Anak Jalanan Yayasan Himmata, Jodhi Yudhono & Arul Lamada serta Kolaborasi Lingkar Studi Kebudayaan UBK (Universitas Bung Karno) dan Bengkel Seni STIAMI [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
embun itu masih ada di jendela
saat kutuliskan namamu
dengan ucapan yang sama
seperti tahun lalu
tapi kau tak akan membaca
karena siapa aku juga samar
meski telah kudengar lamat
bisikmu bertanya tentang nama
berpuluh musim kulewati
dengan sepi menyapa sunyi
yang tak sempat kutulis jadi puisi
dan di situ terselip dirimu
terus kutulis di situ
sambil tak henti berucap
dalam kata yang senyap
sembari kubiarkan kering airmata
pagi, 10 02 [...]
baca selengkapnya |
1 Comment »
Dari Sastra Reboan #19
Seorang politisi di Australia dari Partai Buruh mendapatkan gelar Ph.D (Doctor of Philosophy) dengan tesis tentang sastrawan Indonesia bernama Gerson Poyk. Gelar serupa juga diraih ilmuwan dari Jerman Barat. Tak pelak, mereka menjadi tokoh yang terpandang dan dihargai di masing-masing negaranya.
Bagaimana dengan sosok yang mereka teliti? Gerson Poyk tetap hidup sederhana. Dia [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
[JAKARTA] Sejumlah penyair, pemusik, dan seniman kembali mengadakan malam seni dalam gelaran Sastra Reboan yang didedikasikan untuk mengenang sosok almarhum WS Rendra.
Dalam acara yang sekaligus ditujukan untuk mengangkat kembali jiwa dari karya-karya “Sang Burung Merak” tersebut juga terlihat beberapa tokoh yang selama ini lebih banyak berkecimpung di bidang hukum, seperti anggota Dewan Pengawas Lembaga Hukum [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Dari Seminar “Wajah Kepengarangan Muslimah Nusantara”
DERETAN HARAPAN BAGI PENULIS MUSLIMAH
Negara-negara dalam rumpun Nusantara perlu saling meningkatkan kerjasama dalam penyebaran karya penulis wanita dengan memperluas potensi penerbitan, apresiasi karya, pertukaran penulis dan lainnya.
Penyebaran karya para penulis wanita juga bisa dilakukan dengan penerbitan karya bersama dalam bentuk dwi bahasa, serta menyediakan dana bersama untuk peningkatan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sastra Reboan #12 :
DARI PENULIS KAMAR MENUJU PENULIS PANGGUNG
Para penulis cerita pendek di majalah Anita (kemudian menjadi Anita Cemerlang), yang popular tahun 1980-an bisa dibilang merupakan “penulis kamar” yang dikenal orang ketika karyanya dimuat di media. Begitu tahu dimuat, mereka membeli dan membicarakan dengan teman-temannya di sekolah atau kampus.
“Sudah saatnya kesan itu diubah. Para [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Kenapa politisi sepertinya tidak peduli atau menjauhi sastra,hingga sastra makin terpinggirkan? Pertanyaan ini menggayut pada diri banyak orang, seiring maraknya berbagai poster, baliho dan spanduk di hampir setiap sudut jalan, yang umumnya menampilkan wajah para calon legislatif (caleg) menjelang pemilu April mendatang.
Pertanyaan itu, di mata Wanda Hamidah yang juga caleg dan dikenal sebagai [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Hadiah Sastra Tahun Ke-21
JAKARTA, KOMPAS – Yayasan Kebudayaan Rancage akan kembali memberikan Hadiah Sastra Rancage 2009 kepada penulis karya sastra dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Bali. Untuk karya sastra dalam bahasa Jawa, S Danusubroto mendapat Hadiah Sastra Rancage 2009 untuk karyanya berjudul Trah.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi, Senin (2/2), mengatakan, Hadiah Sastra [...]
baca selengkapnya |
2 Comments »
Dari Peringatan HUT Ke-4 Milis Apresiasi Sastra :
KEMBALI DIGUGAT DOMINASI SASTRA KORAN
Bila boikot terhadap media cetak yang dikatakan oleh Saut Situmorang adalah dalam konteks politik sastra yang memasung karya sastra, dengan mengedepankan kelompok-kelompoknya sendiri, hal itu harus didukung.
Demikian dikatakan oleh Hudan Hidayat, cerpenis yang menjadi pembicara dalam diskusi “Sastra Internet dan Masa Depan Sastra”yang menampilkan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »