Sastra Reboan #7 di Wapres
Entah sudah berapa ribu atau ratusan ribu kali puisi ‘Aku’-nya Chairil Anwar dibacakan di panggung, sekolah atau pesantren, bahkan menjadi materi iklan rokok di televisi. Tapi saat di acara Sastra Reboan #7, yang seperti biasa berlangsung di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta 29/10 ketika seorang lelaki berkulit putih menyebut akan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Senin, 3 November 2008 | 20:38 WIB
JAKARTA, SENIN–Rumah Dunia akan menggelar hajatan “Ode Kampung #3” (OK 3) pada 5 - 7 Desember 2008! Pada OK 3 ini tujuannya mempererat semangat antar relawan komunitas literasi se-Nusantara. “Tema besarnya, dukung gerakan literasi lokal!” Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus Ketua Pelaksa OK3 menjelaskan.
Literasi Lokal
Hal itu ditegaskan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Berikut ini adalah daftar judul yang lolos seleksi Tahap 2 (SHORTLIST) Khatulistiwa Literary Award 2008 (disusun secar acak sehingga tak mencerminkan peringkat):
PROSA
Hubbu
Mashuri
Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2007
Rahasia Meede
E. S. Ito
Hikmah, Oktober 2007
Bilangan Fu
Ayu Utami
Kepustakaan Populer Gramedia, Juni 2008
Kacapiring
Danarto
Banana, Juni 2008
Glonggong
Junaedi Setiyono
Serambi, Juli 2007
PUISI
Teman-Temanku dari Atap Bahasa
Afrizal Malna
Lafadl, Februari 2008
Pandora
Oka Rusmini
Grasindo, Mei 2008
Sajak-sajak Menjelang Tidur
Wendoko
Banana, Mei 2008
Jantung [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Monday, 27 October 2008
> Bersastra Tanpa Kerutkan Dahi
Malam telah menunjukkan pukul 21.00. Dari tempat duduknya, di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan, Dharmadi menikmati pembacaan puisi Rukmi Wisnu Wardhani di panggung Sastra Reboan, sambil menghirup kopi panas. Di sekelilingnya para pencinta sastra juga sama santainya. Ada yang menulis SMS [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
biar ada sejumput ragu dalam diri
tapi kau sebenarnya tahu
tak lagi ada cinta padaku
untuk bulan dan senja lain
yang ada atau nanti tiba
sepanjang jalan yang kulewati
dengan lampu yang benderang
menyilaukan juga kadang meredup
kau tahu tak lagi meletup
apa yang liar dalam diri ini
memang ada kata yang kuletupkan
dari tengah kelelahan yang lirih
hingga terasa bising
seperti petir beriring hujan
tapi sebenarnya kau mengerti
semua [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
di detak yang sudah tiga hari ini membuatku retak
kutemukan bayangmu tak mau juga berjarak
aku selalu terkenang pertemuan kita
yang kau kira sekedar sapa belaka
kemudian kita jalani bersama
meski kadang kau bersedih kenapa begini
kini aku sendirian meski di sekitarku riuh
bayangmu menyelinap dalam diamku
dan membuat kamar ini terasa pengap
kau tahu, aku gemetar oleh kata-katamu
yang cuma satu dua tak seperti [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Ada sesuatu yang beda dalam acara ini. Sastra, yang bagi saya terasa berat dan serius, kok bisa dinikmati dengan enak ya. Ini setiap minggu ya, kata seorang lelaki setengah baya saat menikmati tampilan Cakranada, band dengan nuansa etnik di Sastra Reboan #6, Rabu kemarin (17/09) di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan. Teman di sampingnya, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Jumat, 5 September 2008 | 01:24 WIB
Perkawanan, persahabatan, adalah salah satu keindahan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Dan pada Kamis malam (4/9), sejak pukul 20.00 hingga pukul 22.00 WIB di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan, keindahan itu menjelma menjadi bahasa gaib yang cuma bisa dirasakan dalam sanubari.
Bayangkanlah, hanya dengan SMS sebagai undangan, kawan-kawan penulis, pemusik, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sastra Urban berkumandang saat bermunculan sastrawan ibukota yang membawa identitas kedaerahannya masing-masing. Sebutlah Asrul Sani, Ajip Rosidi, Rendra, Ramadhan KH, Nirwan Dewanto, Putu Wijaya, Abdul Hadi WM, Danarto, dan Taufiq Ismail. Kini pada perkembangannya sastra urban berkembang dalam keberadaan komunitas dan kantung-kantung sastra di wilayah sekitar kota. Sastra urban dinilai memberi peran dan sumbangan besar [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
BANDA ACEH, JUMAT–Sastrawan dan budayawan WS Rendra mengatakan, Aceh merupakan pelopor bahasa Melayu baru yang diperkenalkan Hamzah Fansyuri, ahli tasawuf pertama yang menggunakan bahasa Melayu dalam sastra.
“Dari Aceh inilah banyak orang tekun berusaha menerjemahkan bahasa-bahasa dari Arab, India, Parsi sehingga semakin matang menjadi sastra yang tinggi. Hal itu pertama kali terjadi pada masa Hamzah Fansyuri,” [...]
baca selengkapnya |
No Comments »