Percakapan
CAHAYA pagi masih melumuri lapangan basket SMU Pelita Harapan, Karawaci. Dua tim pelajar sedang baku serang untuk membukukan kemenangan. Tak jauh dari lapangan, terlindung dari sinar mentari yang hangat, sepetak ruang yang tersambung dengan kantin siswa disulap menjadi tempat pameran di mana ratusan buku terhampar. Sebuah spanduk terpampang: “Bulan Bahasa 2006â€. Ruangbaca mendekati gerai penerbit [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Pengantar : Cerpenis dan penyair ternama, Kurnia Effendi menyumbangkan tulisannya di gubuk ini, untuk sama-sama kita nikmati. Tentu akan bermanfaat bagi kita, karena memang diolah ahlinya. (Yo)
UNTUK pandai menulis syaratnya harus bisa menulis. Untuk bisa menulis sebaiknya anda suka membaca. Ada sejumlah strategi praktis untuk terjun menjadi penulis, meskipun saya tidak taat menggunakannya. Pengarang (author) [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
[Ruang Renung # 126]
Ada pelukis yang menjual lukisannya 2 juta franc. Ada orang kaya yang ingin membeli karena tertarik.
“Berapa lama lukisan ini dibuat?” tanya si orang kaya.
“Cuma lima menit..”
“Hanya lima menit?”
“Ya. Tapi jangan lihat lima menitnya. Saya berproses lama. Bertahun-tahun.”
Begitulah kita menyair. Hidup penyair seperti nelayan dengan kapal dan pukat harimau. Kemana pun berlayar ada [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Sebuah puisi dianggap berhasil, jika sudah menyentuh hati pembaca. Kepekaan membaca itu merupakan hasil pengalaman dan penghayatan setelah secara rutin main-main dengan bahasa. (Sitor Situmorang)
baca selengkapnya |
No Comments »
Kata bukanlah alat, tapi pengertian itu sendiri. Kata haruslah bebas dari penjajahan pengertian, dari beban ide. Kata-kata harus bebas menentukan dirinya sendiri.
(Sutardji Calzoum Bachri, judul oleh Gie)
baca selengkapnya |
No Comments »
Cara terbaik bagi seorang penulis untuk dapat melayani perubahan adalah menulis sebaik mungkin (Gabriel Garela Marques,Pemenang Hadiah Nobel Sastra 1988)
baca selengkapnya |
No Comments »
Dapat dikatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri adalah awal mula bersastra. Sedang pemakaian bahasa untuk komunikasi adalah nomer dua. Seseorang menuangkan peadaan dan pikirannya dengan bahasa yang ditulis dengan kata-katamenjadi karya sastra. Saat tidak memikirkan keguaan atau kemungkian karya kita diterbitkan, ada paksaan untuk menulis sebab ada balasan dan hiburan dalam kesenangan menulis.
(Gao Xingjian, Penerima [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah.
(Eric Berne)
baca selengkapnya |
No Comments »
Saya selalu membuat catatan di buku kecil, yang selalu ada di saku celana, tentang saripati sebuah puisi yang mau saya buat. Jika buku ini hilang, wah celaka. Setelah terendapkan, ada waktu, baru saya tulis.
(Joko Pinurbo dalam KebunKata Bunga Matahari, Jakarta, 24 Juni 2006)
baca selengkapnya |
No Comments »