Oleh: Yenti Aprianti
Sastra bukan hanya milik kaum intelektual. Di Tasikmalaya, penarik becak, pedagang kaki lima, penjual mi rebus, perempuan-perempuan janda, serta kepala desa bersama-sama mempelajari sastra. Bahkan mereka sudah mampu membuat puisi-puisi yang berkualitas dan layak dimuat dalam koran nasional.
Mereka adalah orang-orang yang bergabung dalam Sanggar Sastra Tasik (SST) dan Azan yang didirikan oleh penyair [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Ada sesuatu yang beda dalam acara ini. Sastra, yang bagi saya terasa berat dan serius, kok bisa dinikmati dengan enak ya. Ini setiap minggu ya, kata seorang lelaki setengah baya saat menikmati tampilan Cakranada, band dengan nuansa etnik di Sastra Reboan #6, Rabu kemarin (17/09) di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan. Teman di sampingnya, [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Banyak Pintu Menuju Sastra, begitgulah motto para penggerak acara Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam) yang digelar tiap Rabu akhir bulan.
Menurut Yohanes Sugiyanto yang bertindak sebagai koordinator acara, Pasar Malam diaselenggarakan sebagai wadah bagi para pelaku sastra untuk saling kenal, saling belajar, dan saling berapresiasi karya sastra berupa puisi atau karya sastra lainnya.
“Di Jakarta ini [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 06/27/2008 10:06 AM | City
Jakarta poets celebrated Wednesday night the city’s anniversary through poetry readings and performances at Warung Apresiasi in Bulungan, South Jakarta.
The event, called Sastra Rabuan (Literary Wednesday), has been held every Wednesday this month and is organized by Paguyuban [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
16/05/2008 02:06
Jakarta senja tanggal 30 April diguyur hujan deras yang menyebabkan beberapa wilayah ruas jalan tergenang air. Mobil-mobil melambat. Motor berteduh di bawah jembatan layang memenuhi lebih dari separuh lebar jalan, membuat antrean panjang mobil. Cuaca Rabu petang itu membuat nyali ciut dan orang-orang cenderung ingin segera tiba di rumah, namun apa daya lalu-lintas tersendat [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
KOMPAS, RABU–Penyair Dino Umahuk, Rabu (27/2) malam di Warung Wapres Bulungan, Jakarta Selatan, meluncurkan buku kumpulan puisinya berjudul Metafora Birahi Laut.
Para seniman dan penyair menyambut gembira peluncuran buku ini, yang akan turut menyemarakkan perkembangan sastra di Tanah Air. Bersamaan dengan peluncuran buku juga digelar diskusi dengan pembicara Kurnia Effendi, pembacaan puisi dan melukis oleh Yonathan [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Tak Bisa Menulis Sajak Hari Ini
Tentang Perjalanan Sajak
Masih Ada Purnama
Rahasia
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/13/index.html
baca selengkapnya |
No Comments »
‘Di Selembar Subuh”, ‘Sepatu’ dan ‘Mata Ibu Tak Pernah Terpejam’ dimuat di harian Jurnal Nasional edisi 028 - 05 Agustus 2007, rubrik Seni.
baca selengkapnya |
No Comments »
Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi
JAKARTA, KOMPAS - Joko Pinurbo, salah seorang penyair terkemuka saat ini, Jumat (25/5) malam nanti di (ak.’sa.ra) Book Store, Jalan Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan, akan meluncurkan dua buku kumpulan puisinya; “Kepada Cium” dan “Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung”, terbitan Gramedia Pustaka Utama.
Pada acara peluncuran, Landung Simatupang akan membacakan puisi-puisi [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Ruang Galeri Kreasi Forum Blogfam pada 8 Maret 2007 terposting sebuah puisi berisi untaian kata-kata yang dalam, penuh kedukaan;
Air Mata Tanah
kata-kata berjatuhan
menghujam tanah
jadi air mata
patung-patung
bergeletakan murung
tanpa wajah
tanpa nama
sayap tergeletak
gagahnya tercampak
puing menghitam
jeritan diam
airmata tanah
asap duka
di wajah kita
priok, maret 07
Hmm, apa makna sebenarnya dan karya siapa puisi itu?
“Air Mata Tanah bercerita tentang kepedihan dan simpati bagi para [...]
baca selengkapnya |
No Comments »