MARIA HARTININGSIH
”… thus I no longer hesitate to say: / ’the I and the other / are me…” Satu frasa dalam karya Adonis, ”A Desire Moving Through the Maps of the Material” (1986-1987), sudah cukup mengungkapkan pendirian penyair dan esais terkemuka dunia asal Suriah itu tentang ”liyan” (the other) dan ”yang diliyankan”.
Bagi Adonis (78), nama [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
OASE BUDAYA
by : Theresia Purbandini
Tak banyak penyair Indonesia seperti Zawawi Imron, tetap memilih untuk berdomisili di desa kelahiran. Dalam hal ini, desa dengan alam yang kaya, jadi lebih penting lagi bagi Zawawi.
Zawawi Imron yang lahir di Batang-batang, Sumenep, Madura pada 1945. Sejak 1970-an, di tengah riuhnya panorama perkotaan memasuki puisi-puisi para penyair 1980-an, Zawawi muncul [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh: Yenti Aprianti
Sastra bukan hanya milik kaum intelektual. Di Tasikmalaya, penarik becak, pedagang kaki lima, penjual mi rebus, perempuan-perempuan janda, serta kepala desa bersama-sama mempelajari sastra. Bahkan mereka sudah mampu membuat puisi-puisi yang berkualitas dan layak dimuat dalam koran nasional.
Mereka adalah orang-orang yang bergabung dalam Sanggar Sastra Tasik (SST) dan Azan yang didirikan oleh penyair [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
by : Arie MP Tamba
Marhalim Zaini menjadikan kemelayuan sebagai kutukan sekaligus arena bereksplorasi dan berkreasi. Karya-karya cerpen, puisi, novel, dan naskah dramanya menjadi jaringan teks yang tak pernah usai mengilaskan jejak-jejaknya. Dalam sebuah perjalanan kebudayaan, yang bermula dari kampung halaman sebagai pusat ingatan. Berikut obrolannya bersama Jurnal Nasional.
Bagaimana perkembangan sastra di Riau sekarang?
Lima tahun terakhir [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Senin, 11 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Ramallah, Minggu - Bendera-bendera diturunkan di gedung-gedung pemerintahan Tepi Barat hari Minggu kemarin, awal dari tiga hari masa berkabung resmi bagi penyair Mahmoud Darwish, yang membantu membentuk identitas nasional orang Palestina dan memberi sebuah suara pada kerinduan mereka akan kemerdekaan.
Darwish meninggal hari Sabtu (9/8) pada usia 67 tahun setelah [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Bicara dengan Goenawan Mohamad selalu menarik. Penyair, esais, dan salah seorang pendiri kelompok Tempo ini terlibat aktif melawan rezim Soeharto di senjakala Orde Baru pada akhir 1990-an.
Belakangan, ia cukup mengejutkan dengan buku kecilnya, Tuhan & Hal-hal Yang Tak Selesai, 99 percikan permenungan yang bersumbu pada soal-soal keagamaan. Ia juga kritis terhadap kaum Atheis “fiundamentalis†yang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Ini kali tidak ada yang mencari cinta/ Di antara gedung, rumah tua, pada cerita/ Tiang serta temali, kapal, perahu tidak berlaut/ Menghembus diri dalam mempercaya maut berpaut//.
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kepak elang/ Menyinggung muram, desir hari lari berenang/ Menemu bujuk pangkal akanan.Tidak bergerak / Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak//.
Tiada lagi. Aku [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Penyair Mardi Luhung mencul dengan puisi-puisi bernuansa khas: bau sesetan ikan dan kota tepi laut, Gersik sekitarnya, khususnya pesisir Lumpur Gersik. Mardi Luhung memang berkreasi dengan menunjukkan keakrabannya yang kental atas lingkungan kelahiran dan tempatnya bertumbuh, serta menjadi wilayah kerjanya sampai kini. Berikut obrolannya dengan Jurnal Nasional.
Apa kabar?
Baik-baik
Apa buku Anda terbaru? Tentang Apa?
Buku saya yang [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Dalam menggerakkan proses kreatifnya, Wayan Sunarta sengaja menjelajahi berbagai pemikiran dan mengakrabi aneka karya kreatif dari para sastrawan ternama, nasional maupun mancanegara. Namun, lingkungan terdekatnya, Bali, tak pernah melepaskannya dari kebijakan hidup seorang pemikir lokal yang memilih hidup sederhana dan senang bertualang. Berikut obrolannya bersama Jurnal Nasional.
Apa kabar?
Agak baik dan agak sehat. Cuaca di dalam [...]
baca selengkapnya |
No Comments »
Imre Kertész berhasil mempertahankan hidupnya dari pusaran siksaan Perang Dunia II, lalu mengabarkan bencana kebudayaan itu hingga kini.
Arie MP Tamba
tamba@jurnas.com
Novelis, esais, penerjemah dan pemenang Nobel Sastra 2002 ini berasal dari Hungaria. Dalam sebuah karya semiotobiografi Kertesz (1929 - ) mencoba menganalisa berbagai pengalaman hidupnya yang berlangsung selama dalam kamp konsentrasi Jerman, Holocaust. Namun, karya-karya awalnya [...]
baca selengkapnya |
No Comments »