<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Jejak Kaki Dalam Kata</title>
	<atom:link href="http://blue4gie.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blue4gie.com</link>
	<description>Yo</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:14:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>Comment on Sastra Reboan Kembali Hadir, 30 Juli 08 by Reboan Lagi &#171; Jalan Setapak</title>
		<link>http://blue4gie.com/2008/07/17/sastra-reboan-kembali-hadir-30-juli-08/#comment-572</link>
		<dc:creator>Reboan Lagi &#171; Jalan Setapak</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 17:38:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2008/07/17/sastra-reboan-kembali-hadir-30-juli-08/#comment-572</guid>
		<description>[...] ini (Rabu, 30 Juli), adalah Reboan keempat. Seperti biasa, acara mulai sekitar pukul 19.00, di tempat yang sama: Warung Apresiasi Bulungan. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini (Rabu, 30 Juli), adalah Reboan keempat. Seperti biasa, acara mulai sekitar pukul 19.00, di tempat yang sama: Warung Apresiasi Bulungan. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sebentar Saja Terpejam by bvndaiman</title>
		<link>http://blue4gie.com/2008/07/01/sebentar-saja-terpejam/#comment-570</link>
		<dc:creator>bvndaiman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 09:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2008/07/01/sebentar-saja-terpejam/#comment-570</guid>
		<description>it was so nice...
sometimes love untouchtable, even your heart want to touch it...
am i right...?????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>it was so nice&#8230;<br />
sometimes love untouchtable, even your heart want to touch it&#8230;<br />
am i right&#8230;?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aku Minum Perih Kopi by p0em&#8217;s &#171; Rinamh&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/01/07/aku-minum-perih-kopi/#comment-569</link>
		<dc:creator>p0em&#8217;s &#171; Rinamh&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 13:14:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/01/07/aku-minum-perih-kopi/#comment-569</guid>
		<description>[...] June 9, 2008   Aku Minum Perih Kopi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] June 9, 2008   Aku Minum Perih Kopi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dusta by Link-Link yang Menyimpan Tulisan Tentang Polemik Antara Sastra Liberal dan Sastra Non Liberal &#8212; Lentera Susastra</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/09/04/dusta/#comment-260</link>
		<dc:creator>Link-Link yang Menyimpan Tulisan Tentang Polemik Antara Sastra Liberal dan Sastra Non Liberal &#8212; Lentera Susastra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 07:56:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/09/04/dusta/#comment-260</guid>
		<description>[...] Dusta ditulis Saut Situmorang tanggal 4 September 2007 [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dusta ditulis Saut Situmorang tanggal 4 September 2007 [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dusta by Masih Berlanjut Ya? &#8212; Teroka Cerpen</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/09/04/dusta/#comment-259</link>
		<dc:creator>Masih Berlanjut Ya? &#8212; Teroka Cerpen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 12:41:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/09/04/dusta/#comment-259</guid>
		<description>[...] Tulisan itu mendapat bantahan dari Direktur Utan Kayu International Literary Biennale Sitok Srengenge yang mempertanyakan etika jurnalisme yang dipakai Chavcay, terbit 2 September 2007 lalu. Redakturnya Chavcay, tak bersedia jatuh tanpa perlawanan, di edisi yang sama, menambahkan catatan (scroll agak ke bawah untuk menemukan &#8216;Catatan Tambahan&#8217;-nya ya). Perdebatan selanjutnya (dan gugatan balik) juga datang dari penyair Saut Situmorang. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Tulisan itu mendapat bantahan dari Direktur Utan Kayu International Literary Biennale Sitok Srengenge yang mempertanyakan etika jurnalisme yang dipakai Chavcay, terbit 2 September 2007 lalu. Redakturnya Chavcay, tak bersedia jatuh tanpa perlawanan, di edisi yang sama, menambahkan catatan (scroll agak ke bawah untuk menemukan &#8216;Catatan Tambahan&#8217;-nya ya). Perdebatan selanjutnya (dan gugatan balik) juga datang dari penyair Saut Situmorang. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Enam Tahap Mengakrabi Puisi by PianoTrade</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-258</link>
		<dc:creator>PianoTrade</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 08:40:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-258</guid>
		<description>&lt;strong&gt;PianoTrade...&lt;/strong&gt;

Hello :)...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PianoTrade&#8230;</strong></p>
<p>Hello :)&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aku Tidak Mendustaimu by #puisi.org &#187; Aku Tidak Mendustaimu</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/05/15/aku-tidak-mendustaimu/#comment-255</link>
		<dc:creator>#puisi.org &#187; Aku Tidak Mendustaimu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 02:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/05/15/aku-tidak-mendustaimu/#comment-255</guid>
		<description>[...] : Blue4Gie.com   (No Ratings Yet) &#160;Loading [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] : Blue4Gie.com   (No Ratings Yet) &nbsp;Loading [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Enam Tahap Mengakrabi Puisi by hendri</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-252</link>
		<dc:creator>hendri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2007 17:33:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-252</guid>
		<description>puisi sekedarhanya dan hanya sekedar.
dia bukan apa apa kalau kita menganggapnya bukan apa-apa 
dia akan jadi apa-apa kalau kita menganggapnya apa-apa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>puisi sekedarhanya dan hanya sekedar.<br />
dia bukan apa apa kalau kita menganggapnya bukan apa-apa<br />
dia akan jadi apa-apa kalau kita menganggapnya apa-apa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Enam Tahap Mengakrabi Puisi by Puisi &#124; Syair &#124; Sajak &#124; ++Lirik Lagu &#187; Blog Archive &#187; 6 Tahap Mengakrabi Puisi</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-251</link>
		<dc:creator>Puisi &#124; Syair &#124; Sajak &#124; ++Lirik Lagu &#187; Blog Archive &#187; 6 Tahap Mengakrabi Puisi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 14:08:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/03/16/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comment-251</guid>
		<description>[...] Sumber : majalah elektronik puisi www.puisi.net Disalin dari Gubuk Biru-nya Pak Gie [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber : majalah elektronik puisi <a href="http://www.puisi.net" rel="nofollow">http://www.puisi.net</a> Disalin dari Gubuk Biru-nya Pak Gie [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kembali Runtuh by hendri</title>
		<link>http://blue4gie.com/2007/03/08/kembali-runtuh/#comment-250</link>
		<dc:creator>hendri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 20:27:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blue4gie.com/2007/03/08/kembali-runtuh/#comment-250</guid>
		<description>hendri : 
Jurus sotoy dari saya 

Dengan maaf kepada mas Yo

Kata angkuh biasanya menunjuk pada sesuatu yang tinggi, tegak, menjulang. Adakah dinding angkuh yang dibangun dari reruntuhan? Menurut saya bait pertama ini terasa janggal. imaji yang terbangun kurang mengena.   
lalu diteruskan dengan bait kedua. yang menurut saya terasa los.kurang terpegang. Saya lebih suka bait kedua ini  dihilangkan saja . Sehingga bangunan sajak akan terasa utuh . Mas Yo bagaimana kalau begini:

dinding-dinding angkuh
yang kubangun
dari reruntuhan masa lalu
kembali runtuh

mesti kutata apalagi
jika batu jiwa
tak bisa lagi berdiri
tanpamu

akankah tinggal bekas
jejak langkah
saat kau pergi
begitu saja?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hendri :<br />
Jurus sotoy dari saya </p>
<p>Dengan maaf kepada mas Yo</p>
<p>Kata angkuh biasanya menunjuk pada sesuatu yang tinggi, tegak, menjulang. Adakah dinding angkuh yang dibangun dari reruntuhan? Menurut saya bait pertama ini terasa janggal. imaji yang terbangun kurang mengena.<br />
lalu diteruskan dengan bait kedua. yang menurut saya terasa los.kurang terpegang. Saya lebih suka bait kedua ini  dihilangkan saja . Sehingga bangunan sajak akan terasa utuh . Mas Yo bagaimana kalau begini:</p>
<p>dinding-dinding angkuh<br />
yang kubangun<br />
dari reruntuhan masa lalu<br />
kembali runtuh</p>
<p>mesti kutata apalagi<br />
jika batu jiwa<br />
tak bisa lagi berdiri<br />
tanpamu</p>
<p>akankah tinggal bekas<br />
jejak langkah<br />
saat kau pergi<br />
begitu saja?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
